reality bites

February 9th, 2008 by andied
meminjam sebuah judul film untuk posting kali ini, perbincangan hari ini dengan seorang kawan lama menggelitik unsur berwarna abu-abu di kepala gue, tentang sebuah kontemplasi masa lalu, yang ternyata semakin mengkristal saat ini :

aku rindu dunia, katanya

ia bicara sambil berbaring telentang
tangan terlipat alasi kepalanya
dan matanya penuh cerminan bintang malam itu
aku rindu begini,
berbaring saja resapi semua tanpa perduli semua
lupakan deadline macet tanggung jawab dan peran.
ia bicara sambil pejamkan mata,
tersenyum sekilas ketika angin selewat lalu.
lalu ia diam tak bicara lagi…
hanya senyumnya tersisa selagi ia terbang dengan angan.
hidupi sejenak mimpi-mimpinya.
tiba-tiba ia bangkit dan berdiri, lalu berlari.
kenapa?
katanya, hidup memanggilku barusan.
mimpi bisa menunggu nanti.

terpidana senja

November 23rd, 2007 by andied

iba aku pada senja yang terpidana.

yang (sesungguhnya) cuma melatari bangkubangku dan p.e.r.i.s.t.i.w.a diantaranya.

kau salahkan dia atas apa yang kau indera, sedangkan senja sendiri sedang meluruh jingga.

berdarah atas pedih yang ia derita.

…(dan kamu tidak bertanya kenapa)

- sebuah percakapan ketika matahari sudah mulai menyerah bersinar, tanpa bermaksud mengecilkan ponirah yang sudah duluan terpidana

…another phase of existentialism angst

November 23rd, 2007 by andied

kaki ini tak mau diam, gatal telapak ingin terus jejakin tanah baru, jelajah ranah asing dan resapi setiap dekik tonjolnya.

hati ini tak rela katup, nyalang meronta harap terus alami hal baru, jamah kisah asing dan endapi setiap tawa tangisnya.

lalu mengapa setiap terbit mentari mata ini menolak menyapanya, seolah ingin sembunyi bertameng mimpi agar tak perlu terjejali rasa pahitnya hidup?

sumpek

March 17th, 2007 by andied

hari berganti hari tak terhitung lagi dan dia lupa bahwa dia manusia, lupa bahwa dia berhak atas kebebasan dan waktu luang, bahwa hidup bukan cuma kerja tidur dan makan, bahwa ada emosi berjudul ceria, bahwa ada ekspresi bernama tawa.

waktu berlalu tak terekam lagi dan mereka lupa bahwa dia pernah tertawa bahwa dia pernah bahagia dan bahwa dia manusia. lalu detik demi detik berjalan meninggalkan dia, meninggalkan satu manusia yang lupa akan dirinya, meninggalkan haknya tanpa jejak untuk dijejalkan kedalam waktu semu yang disisakan oleh mereka baginya.

hari yang cuma dua mereka sebut kebebasan yang mereka berikan sehingga dia lupa bahwa sebelum itu dia punya tujuh hari yang memang ADA tanpa perlu diberikan siapa-siapa. waktu yang cuma satu jam mereka sebut istirahat yang mereka berikan sehingga dia lupa bahwa sebelum itu dia tak perlu istirahat karena tak pernah merasa lelah atau penat.

dan kini dia bahagia cukup dengan belanja atau pandangi kotak segi empat dengan gambar berjalan bersuara, puas dengan berjalan pandangi benda-benda yang tak mampu dibelinya dan tersenyum ketika bisa lelap lebih dari enam jam. dia lupa bahwa dulu ada yang namanya pertanyaan penasaran dan perjuangan, lupa bahwa ada emosi yang lebih dalam daripada tersenyum ketika keadaan menuntutnya, lupa bahwa dia manusia.

siapa yang akan mengingatkan dia ketika ternyata di dunia ini sudah tak ada lagi manusia? cuma robot-robot kota yang digerakkan tangan tak kasat mata…

January 20th, 2007 by andied

… jeda ini cuma mampu bawa bisu. suatu ruang kedap yang tak terisi.

makna pun jauh dari momen ini. seketika kehilangan kapasitas untuk tampung muatan sedikitpun. cuma kosong.

iba aku pada aksara-aksara, pada gelisah dan kalut mereka ketika tiada cerita yang perlu dialir. mereka seperti prajurit siap perang, tapi belum punya alasan untuk maju…atau bahkan bertahan. menunggu dimaknai, berbaris siaga namun sayangnya tersia.

…aku ingin membuat teman-teman aksaraku ini menari lagi…aku ingin beri mereka hidup meskipun cuma satu detik staccato yang awalnya sekaligus menandai akhirnya…aku ingin hunus pedang penaku dan buat kertas putih ini berdarah, bersuara, menjerit, menangis, tertawa…

aku rindu kantin bobrok di pinggir jalan sudirman, dengan latar belakang musik yang terlalu keras hingga perlu berteriak untuk sekedar berbincang. aku rindu percakapan menjelang pagi tentang hidup, cinta dan cita-cita. aku rindu tawa keras, humor sarkastis dan penuh celaan. aku rindu koneksi. anggukan kecil dari ujung ruangan, sapaan selintas lalu yang cuma satu suku kata, lirikan kecil dalam suatu momen yang sungguhnya insignifikan. … tapi penuh makna.

istirahat di tempaaaaaat….grakKk!!

January 13th, 2007 by andied

Langkah ini sejenak terhenti.

Terlalu nyaman memang istirahat ini.

Melenaku saja,

nyalakan satu bara meski redupkan bara lain.

Tapi, lelah juga berdiri.

Statis yang hanya antarkan redupnya sinar mata.

Tumbuhkan ragu diri dan tanda tanya

dan sesekali jatuhkan aku…

dan sudah saatnya melangkah lagi ternyata!

…akankah istirahat senyaman ini di tempat lain?

R.I.P. : i n s p i r a s i

January 6th, 2007 by andied

aduhaduhaduhaduh

lihat kanan lihat kiri sampai tak tau mau lihat kemana lagi

putar otak sana sini sampai tak tau dimana ini

di ujung sana ada orang, mungkin bisa bantu aku?

ragu datang, tapi kukibas, beranikan diri….

"…permisi, anda tau kemana inspirasi pergi?"

pandangan kosong, alis tertaut, lalu hening

ia terbahak, berdecak, lalu beranjak pergi

katanya, buat apa cari sesuatu yang tak pasti?

inspirasi tak janjikan kamu makan hari ini

…dan kerja rodi tak butuh inspirasi

renungan lebaran

October 23rd, 2006 by andied

mungkin lebaran jadi titik balik,
pemicu untuk kembali fitrah seterusnya,
atau cuma perayaan sesaat sebelum kembali larut dalam hari biasa.
toh hari berganti dan kita tetap sama,
insan biasa yang coba temukan tempatnya di dunia.
Manusia tidak sempurna dan penuh luka,
dan begitupun saya…
Maka coba hapus lukamu, jika ada karenaku.
Kikis perlahan dendam agar lebih sempurna jiwa.
Selamat hari raya.
Selamat kembali fitri.
Meski mungkin cuma untuk satu hari.

sedikit neraka di malam takbiran

October 23rd, 2006 by andied

hari ini matahari bakar Jakarta

tanpa ampun seperti hendak balas dendam yang lama tertunda

beri sedikit rasa neraka untuk para calon penghuninya

tapi mereka cuma tertawa.

katanya; aku tak takut neraka, dia ada di setiap jengkal keberadaanku.

lalu mereka kembali lagi jalani hari

menyeberang jalan dan mencari makan

…..ditulis 9 desember 2005, tapi sesuai untuk gambarkan cuaca hari ini

…failure to launch

September 16th, 2006 by andied

semua orang punya mimpi.

cita-cita kecil dulu adalah menjadi astronot. melihat bintang dan dunia dari perspektif yang lebih luas.

pernah juga mau jadi detektif, mencari petunjuk dan menerka makna dibaliknya.

satu cita-cita lagi untuk jadi arkeolog. keliling dunia, menguak sisa-sisa peradaban lain. kemudian belajar dari kesalahan yang membawa kehancuran peradaban itu.

….

….

….

dan sekarang, dua belas tahun sejak mimpi-mimpi itu,,

baru NYARIS jadi pegawai bank.

life’s funny way of saying ‘you’ve still got a long way to go’